Aku

​Aku seorang wanita yang sedang tergila-gila cinta. Kepadanya aku mencandu. Memburu tak kenal waktu.
Ini bukan dosa, kan? Karena entah mengapa, otak dan hati ini tak pernah berhenti membentuk sosoknya. Menjelma di setiap mata berkedip. Menyusup dalam setiap ruang aku berimaji.
Ah.. Bagaimana cara agar candu ini tak berkepanjangan? Aku takut mati karena terlalu lelah merindu. Aku ngeri sesak bernapas menahan rindu tak berkesudahan.

Complainer

Dua tahun disini, mengajarkanku banyak hal. Terutama tentang cara berpikir, cara kita memandang suatu hal. Karena seperti orang bijak bilang, di dunia ini sebenarnya tidak ada hal buruk atau hal baik, semuanya netral. Kitalah manusia, yang memberi makna pada hal-hal tersebut. Kitalah yang memberi label, apakah suatu hal itu baik atau jahat, bagus atau jelek, mahal atau murah, adil atau curang.

 

Dua tahun disini, aku juga menjadi lebih paham, bahwa karakter manusia sangatlah beragam. Ada orang yang karakternya stabil, tidak menampilkan emosi terdalamnya ke permukaan, setiap hari dilalui dengan mood yang itu-itu saja. Tenang, tapi terkadang membingungkan. Karena sekalinya si stabil ini memiliki masalah, dia cenderung menjadi bom waktu. Kita tentu akan sulit menyadari perubahan emosinya yang begitu-begitu saja. Tapi tiba-tiba saja, Boom!! Si stabil ini meledak, ketika emosi yang coba dia pendam sudah tidak tertahankan.

 

Kebalikan dari si stabil, ada si meledak-meledak. Dia cenderung vocal, aktif mengutarakan segala yang dirasa ke setiap orang yang ditemui. Emosinya gampang terbaca, dan gampang pula mempengaruhi atmosfir di sekelilingnya. Jika moodnya sedang jelek, dia bisa membuat seisi ruangan menjadi bermood jelek juga. Tapi sekalinya moodnya sedang bagus, dia akan berhasil menceriakan suasana.

 

Lantas, mana yang lebih baik? Si stabil atau si meledak-ledak? Kembali lagi ke awal, semua hal sebenarnya netral. Tinggal kita yang memilih, mau menyikapi mereka bagaimana.

 

Tapi, selain dua karakter tadi, ada satu lagi karakter yang sering aku temui disini. Si pengeluh. Orang yang hobinya mengeluhkan segala hal, tanpa pernah mencoba mencari tahu, apakah keluhannya itu berdasar, pantaskah dia mengeluh, dan yang lebih utama, tidakkah dia mencoba berdiri di β€œsepatu” orang yang dia keluhkan terlebih dahulu? Sudahkah dia mencoba melihat suatu hal dari sudut berbeda? Karena bisa jadi, sebenarnya hal yang dia keluhkan bukanlah hal yang sepatutnya dia keluhkan. Jangan-jangan, selama ini dia hanya salah memakai kacamata sehingga pandangannya terhadap suatu hal atau seseorang salah?

 

Tipe pengeluh ini cukup susah ditangani. Bagi mereka, segala hal memiliki label negatif. Hal menyenangkan semacam liburan atau bonus pun bisa menjadi negatif di mata si pengeluh ini. Dan celakanya, biasanya tipe pengeluh cenderung menyebarkan virusnya kepada orang-orang disekitarnya, berusaha mencari sekutu, untuk bersama-sama mengeluhkan suatu hal/ suatu kondisi/ satu orang bersama-sama. Pada akhirnya, timbul kubu pengeluh dalam suatu lingkaran. Semacam racun? Mungkin.

 

Lantas bagaimana mencegah agar racun ini tidak terus menyebar? Menurutku, kita harus mulai dari diri kita sendiri. Bagiku, hal yang selalu aku tanamkan dalam otak setiap kali timbul pemikiran untuk mengeluh, adalah bahwa aku harus banyak-banyak bersyukur. Jangan selalu memandang ke atas, membandingkan keadaan kita dengan keadaan orang lain yang lebih dari kita. Karena hal itu hanya akan membuat kita terus merasa kurang, iri, dan hasil akhirnya adalah kita mengeluh. Jauh sebelum kita memandang ke atas, kita harus bisa dan terbiasa untuk memandang ke bawah. Melihat bahwa jauh dibanding keadaan kita sekarang, masih ada orang-orang yang justru berharap berada di posisi kita. Masih banyak orang yang mendambakan memiliki apa-apa yang sekarang kita miliki, yang sering kita keluhkan sendiri, yang alpa kita syukuri.

 

Bagiku, dengan cara seperti itu, aku selalu berhasil mengalahkan rasa kekecewaan dan keinginan untuk mengeluh. Justru akan menimbulkan perasaan tenang, dan lebih menjaga apa yang sudah aku dapatkan.

 

Jadi, berhenti mengeluh. Mulailah bersyukur.

Iklan Thailand yang Memotivasi

Saya sedang punya hobi baru, yaitu download video-video di youtube tentang iklan-iklan televisi Thailand. Jangan berpikiran bahwa iklan-iklan Thailand sama dengan iklan-iklan Indonesia ya, yang kebanyakan hanya memasang tampang dan produk saja, tidak memikirkan esensi dan pesan moralnya. Iklan Thailand sangat sarat dengan motivasi, pesan moral, dan pelajaran. Tak jarang saya meneteskan air mata ketika menonton ulang iklan-iklan itu. Tentang kasih sayang orang tua ke anaknya, tentang hebatnya orang-orang cacat yang tetap ingin maju, tentang kebesaran hati untuk memaafkan, tentang kebersamaan dengan orang-orang terkasih meskipun hidup serba kekurangan. Iklan-iklan itu berhasil membuat saya berkaca, bahwa ternyata saya masih jauh lebih beruntung, masih jauh lebih sempurna, dibanding jutaan orang di luar sana. Alhamdulillah.

Dan, inilah beberapa iklan yang sering saya putar ulang ketika saya sedang sedih, sedang merasa bahwa hidup itu tidak adil, merasa bahwa saya orang terapes di dunia ini. Iklan-iklan inilah yang membangkitkan motivasi saya kembali. Semoga kalian juga ikut termotivasi. Silahkan didownload dan diambil hikmahnya. πŸ™‚

Family is Forever
Family is forever

Baca lebih lanjut

I Love Books! :D

surga

Saya sangat suka membaca. Dimulai ketika saya berumur 5 tahun, mama saya membelikan sepaket buku bacaan, terdiri dari 4 seri buku yang menceritakan mengenai kehidupan lumba-lumba. Itu adalah awal saya belajar mengenal huruf dan membaca.

Beranjak dewasa, saya seperti tak terpisahkan dengan buku, terutama buku-buku cerita, baik fiksi maupun non fiksi. Darinya saya bisa mengembangkan imajinasi, memikirkan hal-hal luar biasa yang ada di luar sana. Dan kecintaan saya terhadap imajinasi semakin membuncah ketika saya mengenal nover Harry Potter.
Baca lebih lanjut

Penampilan Solo/ Duet Onew SHINee

Sebentar lagi tanggal 22 Juni ya? Sebentar lagi SWC III in Jakarta ya? Aaaaak….. Pengin nonton. Pengin ketemu SHINee live, pengen ketemu Onew πŸ˜₯ Resikonya gini nih orang ngga punya duit. Padahal aku lagi tinggal di Jakarta loh. Percetakan Negara ke Mata Elang Internasional Stadium (MEIS) Ancol kan deket. Tapi apa daya, duit aku tak punya πŸ˜₯ Berharap nanti diupload di youtube aja deh. Daaan… buat mengobati kegalauan gara-gara ngga bisa nonton SWC III, aku puas-puasin dengerin lagu-lagunya Onew oppa. Suara Onew emang paling bisa ngademin hati ini. Hehehe. Nih barangkali ada yang mau download lagu-lagu solo dan duetnya Onew.

Funny SHINee - Lee Jinki 3

Baca lebih lanjut

Saat Saya Menyatu dengan Alam

Berbagai foto hasil saya jalan-jalan di alam terbuka…. How i miss that moments! 😦

 

Curug SemirangJalan-jalan dadakan ke Curug Semirang, Semarang. Meski saya sempat mau pingsan gara-gara medannya yang ekstrim, tapi alhamdulillah terbayar dengan air terjunnya yang memukau. Oh ya, airnya dingin banget, saya cuma bertahan 30 menit. Brrr….

Baca lebih lanjut

My First Interview

Lanjutan dari sini Β  Rabu, 12 Maret 2014 sekitar pukul 14.00 WIB handphone saya kembali berbunyi. Kali ini panggilan masuk, dari nomor domisili Jakarta, wah… saya langsung deg-degan. Panggilan kerjakah? Saya yang posisi sedang nonton tivi bersama teman-teman kos, langsung panik dan lari masuk ke kamar. Saya angkat, dan ternyata benar! Panggilan kerja. Yaaaay! πŸ˜€ Β  β€œSaya Ibu A dari PT AIA Financial mengundang Saudara untuk tes psikotes dan interview besok pukul 08.30 WIB di Ruko Metro Plaza, Jl. MT Haryono Semarang bertemu dengan Bapak HRD bla bla bla….” Β  Baca lebih lanjut