Frau

Saya sedang tergila-gila dengan Mbak Frau :3 Penyanyi asal Yogyakarta yang bernama asli Leilani Hermiasih ini berhasil membuat saya penasaran dengan lagu-lagunya. Dimulai dari keisengan saya di suatu sore, tiba-tiba jari-jari saya mengetik keyword “lagu favorit saat hujan” di mesin pencari google di handphone, yang pada akhirnya mengantarkan saya pada salah satu lagunya Frau, mesin penenun hujan. Sekali mendengar, saya langsung jatuh hati. Suaranya juara, sepertinya saya baru pertama kali mendengar jenis suara seperti itu. Dan petikan pianonya menenangkan hati, sekaligus mistis. Tak pikir lama, saya langsung melanjutkan pencarian terhadap lagu-lagu Frau yang lain. Ternyata dia sudah punya 2 album, Starlit Carousel dan Happy Coda.

Di album Starlit Carousel, tentu saja favorit saya lagu mesin penenun hujan dan lagu duet Frau dengan Ugoran Prasad berjudul sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa. Bulu kuduk saya merinding saat pertama kali mendengarkan sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa. Magis! Di album Happy Coda, favorit saya lagu Empat Satu dan Water. Tapi lagu-lagu yang lain juga tidak kalah juara. Entah bagaimana, Frau berhasil membuat saya terpikat dengan suaranya. 😀

***

Ia masih perempuan yang sama. Beberapa tahun terakhir, nama Frau punya ukiran spesial di industry musik Indonesia. Beberapa tahun yang lalu, ia menyeruak masuk dan menjadi omongan banyak orang lewat sebuah album sederhana yang beredar luas dengan tentakel teknologi yang digerakkan oleh alam raya: Starlit Carousel.
Album itu merupakan perkenalan yang indah. Caranya memilih kisah, nada dan cara bernyanyi, tidak pernah biasa. Ia punya talenta super besar yang bisa dikelola dengan nyaris sempurna. Ia bisa melesat menjadi peluru mematikan seorang penembak jitu, tapi ironisnya, memilih untuk jadi terlihat biasa-biasa saja.
Kalau anda salah satu orang yang terkesima dengan debut albumnya beberapa tahun yang lalu, siap-siap untuk mengembangkan rasa yang anda punya. Saya adalah contoh nyata orang yang dibuat tidak berdaya oleh album Happy Coda ini.
Jangan pernah membandingkan debut albumnya dengan Happy Coda. Anggap saja, ini perjalanan mengikuti perubahan konstruksi sesosok figur musik; jika dulu ia masih punya ruas-ruas ranum yang mudah digoyang kerasnya tiupan angin, kali ini ia menjelma menjadi sosok yang tangguh dan siap meninggalkan kesan permanen yang anggun.
Ia masih perempuan yang sama. Tapi kisahnya beranjak maju mengarungi masa depan.
(Liner Note Felix Dass untuk album Happy Coda)

Untuk beberapa lagu Frau bisa anda download dibawah ini. Selamat mendengarkan dan selamat jatuh cinta dengan Frau! 😀

Frau

Mesin penenun hujan
Sepasang kekasih yang bercinta di luar angkasa
I Am Sir
Salahku sahabatku
Glow
Whispers
Something more
Empat satu
Tarian Sari
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s